Prodi Seni Rupa bekerjasama dengan Tyaga Art Management menyelenggarakan mini residensi pada tanggal 1- 7 September 2019 .  Acara yang dihelat selama 7 hari tersebut diikuti peserta umum dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Nur Iksan dan Mayang Anggrian merupakan dosen Prodi Seni Rupa murni yang terlibat sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam mini residensi tersebut Mayang berkesempatan menyampaikan Sejarah dan perkembangan  Seni Grafis Indonesia sementara Nur Iksan memberikan pelatihan grafis oil pastel on silk screen selama tujuh hari berturut-turut.

WhatsApp Image 2019-09-01 at 13.42.36
Pembukaan mini residensi

Dalam pembukaan acara tersebut, Mayang  menyampaikan  “sejatinya mini residensi ini merupakan salah satu upaya kami untuk mewacanakan seni grafis beserta praktiknya  ke tengah-tengah masyarakat khususnya Malang raya, kebetulan maksud tersebut gayung bersambut dengan misi Tyaga Art Management dalam membangun SDM seni, maka terselenggaralah kegiatan ini. “. Berlangsung di  Omah Budaya Slamet Bumiaji Kota Batu, Mini Residensi tersebut tidak hanya mengantar  peserta untuk memahami bagaimana sejarah dan praktik seni grafis (oil pastel) saja, namun juga membantu peserta mendapatkan wacana tentang manajemen personal sebagai seniman.

Selama mini residensi berlangsung Nur Iksan mengenalkan, memberi tutorial dan mendampingi peserta dalam membuat grafis oil pastel di silk screen. Oil pastels digunakan sebagai pengganti afdruk atau emoltion, digunakan untuk menutup screen. Cara, alat dan bahan hampir sama yang digunakan untuk silk screen menggunakan emoltion, hanya saja membutuhkan alat pemanas untuk melelehkan oil pastels ke screen. Jenis print making ini di workshopkan sebab belum banyak masyarakat yang memahami seni grafis dengan teknik tersebut.  Sementara pada salah satu sesi di mini residensi tersebut  Mayang menyampaikan bagaimana perkembangan seni grafis di Indonesia. dipaparkan pula bagaimana perjalan grafis yang dimulai dari kepentingan non seni, propaganda, hingga pada praktik di  wilayah seni rupa murni. Dalam kesempatan itu pula disampaikan bagaimana peluang seni grafis di Indonesia bagi emerging artist, hingga sampailah di satu simpulan bahwa peluang bagi seniman Grafis muda sangat memungkinkan untuk dijajaki.

WhatsApp Image 2019-09-05 at 18.52.39
Proses pengerjaan oil pastel di silk screen

penutupan mini residensi
penutupan mini residensi

 

Mini residensi ini juga menghadirkan pembicara lain, diantaranya Slamet Henkus, seniman asal Batu yang membantu peserta dalam menggali ide pengkaryaan, kemudian Kubu Sarawan, seniman asal Batu yang memberikan kiat-kiat pada peserta untuk memotivasi diri sebagai seniman, disusul Mike Susanto, akademisi, penulis dan kurator Seni  yang memaparkan tentang bagaimana metode pricing dalam sebuah karya. Berlangsung komunal dan cair di hari terakhir, mini residensi ditutup oleh Bambang AW, seniman berjiwa entrepreneur yang menyampaikan tentang bagaimana kiat-kiat self branding sebagai seniman di tengah-tengah medan sosial seni. (my)